Kesehatan, Lifestyle

Tidur Cukup Membantu Meningkatkan Kemampuan Belajar

Berbagai penelitian menunjukkan istirahat malam yang baik dapat membantu kita tetap sehat, jiwa maupun raga. Para peneliti juga menyatakan tidur mungkin cara terbaik untuk membantu daya ingat dan kemampuan belajar kita.

Michael Twery, direktur Pusat Riset Nasional untuk Gangguan Tidur di Institut Kesehatan Nasional Amerika, adalah pakar mengenai tidur dan gangguan tidur.

Tidur Cukup

“Tidur malam yang baik penting bagi proses belajar dan menghafal. Proses ini penting karena menyimpan latihan-latihan fisik dan belajar ke ingatan yang lebih permanen sewaktu kita tidur 7-8 jam. Keesokan paginya sewaktu kita bangun, otak kita lebih siap bertindak berdasarkan informasi tersebut,” jelas Twery.

Bagaimana dengan istirahat sejenak pada tengah hari? Hasil studi terdahulu menunjukkan tidur sejenak membantu bayi dan anak-anak kecil belajar lebih baik. Bagi orang dewasa, tidur sejenak membantu kinerja otaknya.

Banyak orang Amerika yang tidur sejenak pada siang hari. Tetapi sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kelelahan kronis, sebut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika. CDC mendapati 50 hingga 70 juta orang Amerika mengalami gangguan tidur kronis.

Jadi, orang yang tidur sejenak untuk membayar kekurangan tidurnya tidak mengalami manfaat yang diperoleh seseorang yang sehat, cukup istirahat. Banyak orang juga tidak ingin mengaku tidur sejenak karena mengira itu menunjukkan mereka lemah atau kurang energi. Karena itu banyak yang beranggapan hanya anak-anak, orang lanjut usia, sakit atau malas yang tidur sejenak.

Semua itu mungkin berubah. Banyak kantor yang sekarang menyediakan ruang untuk tidur sejenak dan kafe tidur bermunculan di banyak kota di Amerika, termasuk di Washington DC.

Sementara beristirahat tengah hari pada jam kerja mungkin dianggap sebagai kemewahan bagi warga Amerika. Tidur sejenak sebenarnya bagian dari kehidupan sehari-hari yang normal di banyak tempat lain.

Suatu hasil penelitian terhadap subjek berusia 65 tahun ke atas yang dimuat di the Journal of the American Geriatrics Society menunjukkan, mereka yang rehat siang satu jam menunjukkan hasil lebih baik dalam tes mental daripada yang tidak melakukannya. Namun Michael Twery merekomendasikan tidur paling lama 30 menit bagi kalangan dewasa muda yang sehat. Periode itu, katanya, cukup untuk menghilangkan tekanan agar tidur dan akan membuat kita lebih terjaga.

National Sleep Foundation juga memperingatkan jika kita sulit tidur pada malam hari, batasi tidur sejenak di bawah 45 menit, dan tidurlah sebelum pukul 3 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *